SISTEM SELEKSI

JENJANG TK

Seleksi calon peserta didik baru Tingkat TK mempertimbangkan usia calon peserta didik baru.

JENJANG SD

Seleksi calon peserta didik baru Tingkat SD mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas :

  1. Usia calon peserta didik baru; dan
  2. Jarak tempat tinggal calon peserta didik baru ke sekolah sesuai dengan ketentuan sistem zonasi.

Seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekolah tidak dilakukan tes membaca, menulis dan berhitung.

JENJANG SMP dan MTS

Seleksi calon peserta didik baru Tingkat SMP mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas :

  1. Jalur zonasi:
    1. Hasil penambahan skor jarak tempat tinggal ke sekolah dan nilai ujian SD pada 3 (tiga) mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), yakni jumlah skor yang besar diprioritaskan, sesuai ketentuan sistem zonasi;
    2. Usia, yakni yang lebih tua diprioritaskan; dan
    3. Waktu pendaftaran yang lebih dahulu.
  2. Jalur prestasi:
    1. Hasil penambahan skor konversi prestasi akademik atau non akademik dan nilai ujian SD pada 3 (tiga) mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), yakni jumlah skor yang besar diprioritaskan; dan
    2. Waktu pendaftaran yang lebih dahulu.
  3. Jalur khusus:
    1. Urutan berdasarkan kriteria jalur khusus:
      1. Anak korban bencana alam/konflik;
      2. Anak guru dan karyawan SMP yang dituju; dan
      3. Anak pejabat negara yang ditugaskan di Kabupaten Gunungkidul karena tugas negara.
    2. Usia, yakni yang lebih tua diprioritaskan;
    3. Jumlah nilai ujian SD yang terdiri dari 3 (tiga) mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), yakni jumlah nilai yang lebih besar diprioritaskan; dan
    4. Waktu pendaftaran yang lebih dahulu.

Seleksi calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekolah tidak dilakukan tes membaca, menulis dan berhitung.

PRIORITAS SELEKSI ABK

Seleksi calon peserta didik baru dengan kriteria Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dilakukan seleksi dengan memperioritaskan :

  1. TK dan SD
      1. Usia yang lebih tua.
      2. Jarak yang lebih dekat dengan sekolah, sesuai ketentuan sistem zonasi.
  2. SMP dan MTS
      1. Jarak yang lebih dekat dengan sekolah, sesuai ketentuan sistem zonasi.
      2. Usia yang lebih tua.